Hanya dengan satu kata yang begitu sederhana bisa membuat seseorang merasa tertekan dengan kehidupannya. Terlebih lagi bagi remaja yang baru saja menapaki jenjang kehidupan baru dimana mereka mulai menggali kemampuan diri hingga saat dewasa mereka bisa mendapatkan jati diri yang akan membawa mereka pada titik kesuksesan dengan kebahagiaan yang tak tertandingi.
Tapi siapa sangka keadaan itu membuat mereka justru semakin ambisius dengan target-target kehidupan mereka. Hal itu tak jarang membuat mereka justru kebablasan hingga menjadikan mereka seseorang yang perfeksionis dengan segudang target yang membebani kepala mereka. Beban itu tak seharusnya terasa begitu berat untuk seumuran anak-anak remaja. Tapi karena tekanan banyak pihak menjadikan beban itu tersa berat bahkan terkadang diri mereka sendiri. Mereka seharusnya mengimbangi perfeksionime mereka dengan sikap yang fleksibel dengan perubahan yang akan bermanfaat.
Sehingga untuk menjadi seorang yang tak terlalu berlebihan dalam hal perfeksionisme, kamu perlu menyadari ulang pandanganmu itu.
9 Tips untuk Memerangi Perfeksionisme
Jadilah orang biasa untuk sehari saja. Biarkan diri kamu berantakan, terlambat, tidak lengkap.... tak sempurna. Kemudian rayakan keberhasilan kamu.
Libatkan diri kamu pada kegiatan-kegiatan yang tidak menghasilkan angka atau tidak dinilai. Kegiatan yang terfokus pada prosesnya, bukan hasilnya.
Ambillah resiko. Daftarkanlah diri untuk semua mata pelajaran yang terkenal menantang. Mulailah sebuah tugas atau belajarlah untuk sebuah tes tanpa harus berlebihan. Ubahlah rutinitas pagi hari kamu. Mulailah hari tanpa rencana.
Biarkan dirimu membuat paling sedikit tiga kesalahan.
Berhenti memakai kata 'seharusnya' ketika berbicara dengan diri sendiri. Hilangkan kata 'saya harus'dari percakapanmu.
Ceritakanlah suatu kelemahan atau keterbatasan kamu pada seorang teman. Sadari bahwa ia tidak jadi kurang menghargai kamu karena mengetahui kelemahanmu itu.
Akui bahwa harapan-harapanmu akan dirimu sendiri bisa jadi terlalu tinggi, atau justru tidak sesuai kenyataan.
Bersyukurlah atas keberhasilanmu yang lalu. Tulislah mengenai betapa hal-hal tersebut membuat kamu merasa bahagia.
Bergaullah. Bila kita bisa menerima ketidaksempurnaan diri sendiri dan orang lain serta merasa sebagai bagian dari kehidupan, kita tidak akan terlalu merasa kesepian.
Semoga salah satu dari tips itu atau bahkan beberapa darinya bisa kalian pergunakan untuk setidaknya menikmati kehidupan kalian agar lebih nyaman. Semoga bermanfaat. :)
Sebagai seorang manusia yang tak pernah berhenti untuk menggali sesuatu yang selalu lebih lagi, kita memang sudah dilengkapi oleh Tuhan sebuah akal yang tak dimiliki oleh ciptaan-Nya yang lain. Di diri kita pun telah ada nafsu yang tak pernah habis sehingga rasa ketidakpuasan kita terhadap sesuatu pun terkadang menjadi berlebihan. Yah, itu lah manusia. Tidak ada manusia yang ingin tetap sama seperti hari ini. Mereka semua ingin hari ini menjadi sesuatu yang nantinya akan menjadi pelajaran hidup di hari besok.
Tapi terkadang, sifat manusia yang seperti itu menjadikan seseorang terlihat terlalu ambisius, sehingga tak jarang sifat itu justru berubah menjadi pesimisme. Terkadang sifat seperti itu lah yang biasa disebut "Perfeksionisme". Banyak hal yang salah dalam beberapa pandangan tentang sifat perfeksionisme. Salah satu nya terkadang seseorang yang perfeksionisme melihat sesuatu dengan terlalu ambisius sehingga ketika mereka tidak mencapai target yang telah mereka tentukan hingga akhirnya ambisius itu berubah menjadi pesimisme.
Sehingga, second opinion, kita bisa mengubah kata "Perfeksionisme" dengan "Pengejar Keunggulan". Kata itu dipilih untuk membuat kita menjadi lebih tidak terlalu memangku beban berat dengan setiap target yang kita ingin capai. Setidaknya itu membuat kita lebih menatap target-target kita sebagai sesuatu yang tetap harus kita capai namun tak perlu menjadikan target itu menjadi sebuah beban tersendiri untuk kita.
Bagaimana kamu bisa menjadi seorang "Pengejar Keunggulan" bukan "Perfeksionisme"?
Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan, but base on yourself. If you wanna try it or not, that's your chance.
Memastikan sumber-sumber perfeksionisme kamu
Kamu harus mencari apa atau siapa yang membuat kamu mencoba menjadi seperti itu. Mungkin saja ada dorongan dari lingkungan sekitar kamu, sehingga kamu merasa memiliki kewajiban untuk mencapai segala hal. Itu tidaklah buruk. Tapi cobalah liat pada dirimu. Apakah kamu nyaman dengan sifatmu yang kini? Jika dirimu yang sekarang justru membuat kamu menjadi seseorang yang terlalu egoisme, mengapa tak kamu coba untuk menekan setiap rasa ambisius mu untuk lebih mengakrabkan diri dengan lingkunganmu. Cobalah untuk fleksibel.
Menganalisis kembali pandanganmu tentang kegagalan dan kesuksesan
Kehidupan sudah seharusnya dilengkapi dengan kegagalan dan kesuksesan. Kesuksesan merupakan dambaan setiap manusia. Kesuksesan bisa menjadi tolak ukur kebahagiaan seseorang. Yah, itu memang benar. Tapi tidak dalam banyak hal. Apakah kebahagiaan hanya untuk orang-orang yang kaya, pejabat, atau mungkin seorang artis yang dikenal publik? Tidak. Jelas saja, setiap orang memiliki caranya tersendiri untuk behagia. Setiap orang berhak untuk bahagia. Tapi kesuksesan tidak bisa menjadi tolak ukur kebahagiaan dalam berbagai hal. Kegagalan merupakan proses kesuksesan. Benar. Bahkan Thomas Alfa Edison pun butuh 999 kali eksperimen hanya untuk menemukan formula yang tepat untuk eksperimennya tentang bohlam lampu yang sekarang kita gunakan. Kegagalan merupakan perjalanan hidup yang harus kita lalui. Tak ada seorang pun yang mampu sukses tanpa gagal sekalipun. Itu hukum alam. Kita harus merasakan pahit dahulu untuk akhirnya rasa manis itu kita alami. Jadi, renungkan kembali pandangamu tentang dua hal itu.
Tetap gigih melawan orang-orang yang menekanmu untuk mejadi sempurna
Sempurna bukanlah kata yang tepat jika kamu ingin menjadi lebih baik. Jika orang-orang tersebut tetap mempertahankan pendapat mereka untuk membuatmu menjadi sempurna, cobalah untuk melawan. Mereka tak pernah tau apa yang kamu alami. Target mereka telah merenggut setiap jengkal kenyamanan hidupmu. Mereka tak berhak untuk membuatmu menjadi apa yang mereka inginkan. Ini hidupmu. Kamu yang akan mejalankan hidup ini. Mereka hanya akan bahagia jika kamu bahagia, bukan? Jadi, buktikan pada mereka bahwa untuk bahagia tidak harus menjadi sempurna. Sesungguhnya kesempurnaan itu hanya milik-Nya. Kita sebagai manusia biasa merupakan hamba-Nya yang tak sempurna dan terkadang salah. Jadi jelaskan pada mereka bahwa bahagiamu bukan untuk sempurna. Tunjukkan dan rasakan kebahagiaan itu setulusnya.
Mempelajari cara untuk lebih lunak kepada diri sendiri
Kamu harus mencoba langkah yang satu ini. Banyak yang sudah mempelajari cara ini (termasuk saya :D) berpendapat bahwa langkah ini bisa membuat kamu sedikit merasakan kehidupan sesuai dengan usiamu. Kamu bisa merelekskan diri kamu untuk beberapa saat agar kamu bisa kembali pada target-target kamu dengan perasaan yang jauh lebih baik. Berusahalah untuk lebih lunak pada dirimu sendiri sehingga kamu bebas mengambil resiko dan mencoba hal yang baru. Kamu bisa meluangkan waktumu di ruang terbuka untuk sekedar bersepeda atau hang out beberapa jam dengan teman-temanmu sehingga pikiranmu pun bisa nyaman dan tidak terotoriter dengan keseharianmu yang dipenuhi buku-buku yang harus kamu baca.
Itulah beberapa cara yang bisa kamu lakukan. Tapi ingat! Perhitungkan setiap langkah yang akan kamu lakukan. Jangan sampai demi mengikuti beberapa cara tersebut kamu menjadi lalai dalam banyak hal. Jangan memaksakan dirimu lebih dari apa adanya dirimu. Tuhan saja memberikanmu cobaan dalam kehidupan sesuai dengan kemampuanmu memikul permasalahan itu.Teruslah bersemangat dengan hidupmu. Kelak kamu akan bisa bahagia dengan kehidupanmu yang akan menjadi pilihanmu dimasa depan. :)
Jadilah dirimu sendiri!
Kalau bukan kamu yang menghendaki jadi dirimu sendiri,
Ada berbagai macam kecerdasan. Setidaknya dari beberapa buku yang pernah aku baca, aku mengenal beberapa macam kecerdasan tergantung pribadi kita. Yuk, liat letak kecerdasan kita dimana. :)
Kecerdasan Bahasa
Kamu menikmati membaca, menulis, mendengarkan dan berbicara. Dan semua
itu kamu lakukan dengan mudah. Kamu senang menghafal informasi dan
memperluas perbendaharaan kata dan kamu mungkin merupakan pendongeng
yang handal.
Kecerdasan Musik
Kamu dapat merasakan adanya nada, komposisi dan irama tertentu dalam berbagai benda yang tampaknya tak memiliki hal-hal itu sama sekali. Contohnya adalah kicauan burung, bunyi jangkrik, atau bahkan musik yang orangtua kamu biasa dengarkan. Kamu dapat 'mendengar' bunyi nada dan tinggi atau rendahnya suara. Selain itu, mungkin kamu lihai dalam memainkan satu atau lebih alat musik, dengan cara hanya mendengarkan saja atau dengan bimbingan. Kemungkinan besar kamu sangat menyenangi berbagai jenis musik.
Kecerdasan Matematis-Logis
Kamu secara naluriah mengkategorisasi berbagai barang dan lihai menghitung, sering kali di kepala. Angka dan konsep matematika sangat mudah bagimu. Kamu juga sangat menyukai permainan asah otak, puzzle, permainan, dan komputer.
Kecerdasan Visual-Spasial
Kamu dapat langsung tahu jika sebuah bangunan (atau lukisan atau seseorang) tidak terlalu simetris. Jika kamu seorang atlet, kamu akan dapat memperkirakan secara tepat sudut yang diperlukan untuk membuat gol dalam permainan hoki atau memasukkan bola ke dalam permainan basket. Kamu bisa membayangkan dari segala sisi bentuk-bentuk yang sulit dalam pikiranmu dan menggambarkan apa saja yang kamu lihat. Kamu lihai dalam hal bongkar-pasang sesuatu dan kamu menyenangi permainan.
Kecerdasan Kinestetik
Kamu lihai dalam menggunakan dan memanipulasi suatu benda serta mampu menggerakkan tubuh dengan anggun dan mudah. Kamu suka melatih tubuhmu agar tetap bugar, dan bisa menirukan gerakan dengan baik. Kamu bisa jadi berbakat pada satu jenis keterampilan atau lebih, misalnya memahat, menjahit, menenun, membuat pot.
Kecerdasan Interpersonal
Kamu memahami orang lain dengan mudah, dengan cara menganalisis suasana hati dan perasaan mereka. Kamu adalah pemimpin alami dan mediator handal. Kamu dapat melerai pertengkaran diantara dua temanmu dan tetap berteman baik dengan mereka berdua.
Kecerdasan Intrapersonal
Kamu memahami dirimu sendiri dengan sangat baik. Kamu sangat yakin akan perasaan-perasaan, impian dan pikiran-pikiranmu. Kamu juga setia pada cita-citamu. Orang boleh jadi mengatakan bahwa, "Lain dari pada yang lain." Kamu suka membuat catatan harian.
Kecerdasan Naturalis
Kamu merasakan keterkaitan yang mendalam dengan alam dan seisinya, baik tanaman maupun hewan. Kamu suka bereksperimen dan mengamati alam terbuka. Dan kamu mungkin handal dalam berkebun atau memasak.
Sekian pengetahuan dari saya tentang kecerdasan. Mau yakin atau tidak, nggak apa-apa. Toh, itulah fungsi akal yang Tuhan berikan, bukan?
Semoga bisa bermanfaat untuk mengenal dirimu jauh lebih dalam. Sekian. Terima Kasih. ^^
Gerakan Pramuka
lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya
Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada
sekitar tahun 1960.
Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita
lihat bahwa jumlah perkumpulan kepanduan di Indonesia waktu itu sangat banyak.
Jumlah itu tidak sepandan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu.
Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini
adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang
rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat
ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang
kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741)
dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah
untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya
dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powell (Lampiran C Ayat 8).
Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah
melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961
mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepanduan Indonesia, bertempat di
Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan
yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti,
seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut
Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan
Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri
Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan
Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan
kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April
1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan
susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret
1961.
Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara
pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu.
Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah
Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang
Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri
Sultan (Hamengku Buwono IX), Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan
Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial).
Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai
Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961
tentang Gerakan Pramuka.
Kelahiran Gerakan Pramuka
Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian
peristiwa yang saling berkaitan yaitu :
Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan
pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia
pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut
sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA
Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal
20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka
sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan
pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta
mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman,
petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam
menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional,
namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak
sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian
disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.
Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang
dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka,
dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961.
Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.
Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara,
diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang
didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan
kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961.
Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA.
Gerakan Pramuka
Diperkenalkan
Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga
menggariskan agar pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka
telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun
1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya.
Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan
perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di
dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian.
Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun
dengan mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas
beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam
Kwarnasri 8 orang.
Namun demikian dalam realisasinya seperti
tersebut dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah
anggota Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di
antaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini
menjadi anggota Kwarnari.
Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno,
Presiden RI dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II
Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh.
Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku
Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua
merangkap Ketua Kwarnari.
Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada
seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota
Jakarta, tapi juga di tempat yang penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar
10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai
pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta.
Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik
anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan menyampaikan
anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan
Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua
Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile
dimulai.
Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini
kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh
seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka.
Sebulan sesudah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, beberapa tokoh
kepanduan berkumpul di Yogyakarta dan bersepakat untuk membentuk Panitia Kesatuan
Kepanduan Indonesia sebagai suatu panitia kerja, menunjukkan pembentukan satu
wadah organisasi kepanduan untuk seluruh bangsa Indonesia dan segera mengadakan
Konggres Kesatuan Kepanduan Indonesia.
Kongres yang dimaksud, dilaksanakan pada tanggal
27-29 Desember 1945 di Surakarta dengan hasil terbentuknya Pandu Rakyat
Indonesia. Perkumpulan ini didukung oleh segenap pimpinan dan tokoh serta
dikuatkan dengan "Janji Ikatan Sakti", lalu pemerintah RI mengakui
sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditetapkan dengan keputusan
Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No.93/Bag. A, tertanggal 1 Februari 1947.
Tahun-tahun sulit dihadapi oleh Pandu Rakyat
Indonesia karena serbuan Belanda. Bahkan pada peringatan kemerdekaan 17 Agustus 1948 waktu
diadakan api unggun di halaman gedung Pegangsaan Timur 56, Jakarta, senjata
Belanda mengancam dan memaksa Soeprapto menghadap Tuhan, gugur sebagai Pandu,
sebagai patriot yang membuktikan cintanya pada negara, tanah air dan bangsanya.
Di daerah yang diduduki Belanda, Pandu Rakyat dilarang berdiri,. Keadaan ini
mendorong berdirinya perkumpulan lain seperti Kepanduan Putera Indonesia (KPI),
Pandu Puteri Indonesia (PPI), Kepanduan Indonesia Muda (KIM).
Masa perjuangan bersenjata untuk mempertahankan
negeri tercinta merupakan pengabdian juga bagi para anggota pergerakan
kepanduan di Indonesia, kemudian berakhirlah periode perjuangan bersenjata
untuk menegakkan dan mempertahakan kemerdekaan itu, pada waktu inilah Pandu
Rakyat Indonesia mengadakan Kongres II di Yogyakarta pada tanggal 20-22 Januari
1950.
Kongres ini antara lain memutuskan untuk menerima
konsepsi baru, yaitu memberi kesempatan kepada golongan khusus untuk
menghidupakan kembali bekas organisasinya masing-masing dan terbukalah suatu
kesempatan bahwa Pandu Rakyat Indonesia bukan lagi satu-satunya organisasi
kepanduan di Indonesia dengan keputusan Menteri PP dan K nomor 2344/Kab.
tertanggal 6 September 1951 dicabutlah pengakuan pemerintah bahwa Pandu Rakyat
Indonesia merupakan satu-satunya wadah kepanduan di Indonesia, jadi keputusan
nomor 93/Bag. A tertanggal 1 Februari 1947 itu berakhir sudah.
Mungkin agak aneh juga kalau direnungi, sebab
sepuluh hari sesudah keputusan Menteri No. 2334/Kab. itu keluar, maka
wakil-wakil organi-sasi kepanduan menga-dakan konfersensi di Ja-karta. Pada
saat inilah tepatnya tanggal 16 September 1951
diputuskan berdirinya Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO) sebagai suatu federasi.
Pada 1953 Ipindo berhasil menjadi anggota
kepanduan sedunia.
Ipindo merupakan federasi bagi organisasi
kepanduan putera, sedangkan bagi organisasi puteri terdapat dua federasi yaitu
PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia) dan POPPINDO (Persatuan Organisasi
Pandu Puteri Indonesia). Kedua federasi ini pernah bersama-sama menyambut
singgahnya Lady Baden-Powell ke Indonesia, dalam perjalanan ke Australia.
Dalam peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI
yang ke-10 Ipindo menyelenggarakan Jambore Nasional, bertempat di Ragunan, Pasar
Minggu pada tanggal 10-20 Agustus 1955, Jakarta.
Ipindo sebagai wadah pelaksana kegiatan kepanduan
merasa perlu menyelenggarakan seminar agar dapat gambaran upaya untuk menjamin
kemurnian dan kelestarian hidup kepanduan. Seminar ini diadakan di Tugu, Bogor pada bulan
Januari 1957.
Seminar Tugu ini menghasilkan suatu rumusan yang
diharapkan dapat dijadikan acuan bagi setiap gerakan kepanduan di Indonesia.
Dengan demikian diharapkan kepramukaan yang ada dapat dipersatukan. Setahun
kemudian pada bulan November 1958, Pemerintah RI, dalam hal ini Departemen PP
dan K mengadakan seminar di Ciloto, Bogor, Jawa Barat, dengan topik
"Penasionalan Kepanduan".
Kalau Jambore untuk putera dilaksanakan di
Ragunan Pasar Minggu-Jakarta, maka PKPI menyelenggarakan perkemahan besar untuk
puteri yang disebut Desa Semanggi bertempat di Ciputat. Desa Semanggi itu
terlaksana pada tahun 1959. Pada tahun ini juga Ipindo mengirimkan kontingennya
ke Jambore Dunia di MT. Makiling Filipina.
Nah, masa-masa kemudian adalah masa menjelang
lahirnya Gerakan Pramuka.
Once
upon a time, there reigned in East Java a king
named Sindureja. He had a prime minister named Sidapaksa. Sidapaksa had a very
beautiful wife.
Sidapaksa loved his wife dreeply. They
lived in complete happiness. However, Sidapaksa’s mother didn’t like her
daughter-in-law. Each day, She threw to think a way to separate Sidapaksa from
his wife.
One day, a king Sindureja asked
Sidapaksa to search for the buds of magic flower on mountIjen.
It was a long and dangerous journey. The assignment from a king was so
important and urgent. Sidapaksa had to leave his pregnant wife.
Not long afterwards, a son was born.
The baby’s birth gave much happiness to the young mother.
However, one day, while this young
mother was bathing, her evil mother-in-law threw the baby into the river.
Knowing that her baby disappeared, the young mother was very sad, she could
neither eat nor sleep. She became very ill.
Two years passed and Sidapaksa
returned from his journey. He succeeded in doing his duty. Just as he was about
to enter his house, her mother told him that his wife threw their baby into the
river.
Sidapaksa believed his mother’s story.
He was too angry to use his common sense. He drew his kris and approached his
wife who was lying weak on her bed. “ Ah, wicked woman! Tell me why you
threw our new born child into the river. Tell me!” He said in a rough and angry
voice. “ Oh my dearest husband! I am
innocent. I love you and our baby. I didn’t kill our child. If you don’t believe
me, carry me to the river. I will prove that I don’t do it!” replied his wife
calmly.
Sidapaksa took her wife to the edge of
the river. Suddenly, his wife leaped up and threw herself into the river.
“ Oh my God! How will I know who
killed my child?” moaned Sidapaksa.
Then, he looked up down at the water.
Suddenly, two pure white flower-buds appeared, one larger and taller the other.
A sweet fragrence came from them.
“ Sidapaksa, look here! Beside me is
our child. He himself will tell you who drowned him,” The taller one spoke.
“ Father, my mother is innocent. Grand
mother threw me into the river. Now, I am happy because my beloved mother come
with me,” The smaller one spoke. Then,the two flowers vanished into the water.
They left their fragrence behind.
Since then, people call the city on
its banks of the river Banyuwangi. Banyu means water and Wangi means fragrant.
Sesuatu berdesir deras ketika meihatmu berdiri sendiri. Ku ayunkan langkahku dengan mantap. Aku ingin hari ini kepingan memori itu terluncur membasuh setiap detik kehidupanku.