Copyright © SA's World
Design by Dzignine
Tampilkan postingan dengan label Knowledge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Knowledge. Tampilkan semua postingan
Jumat, 02 November 2012

Perangi Perfeksionisme ^^

"Perfeksionisme"


Hanya dengan satu kata yang begitu sederhana bisa membuat seseorang merasa tertekan dengan kehidupannya. Terlebih lagi bagi remaja yang baru saja menapaki jenjang kehidupan baru dimana mereka mulai menggali kemampuan diri hingga saat dewasa mereka bisa mendapatkan jati diri yang akan membawa mereka pada titik kesuksesan dengan kebahagiaan yang tak tertandingi.
Tapi siapa sangka keadaan itu membuat mereka justru semakin ambisius dengan target-target kehidupan mereka. Hal itu tak jarang membuat mereka justru kebablasan hingga menjadikan mereka seseorang yang perfeksionis dengan segudang target yang membebani kepala mereka. Beban itu tak seharusnya terasa begitu berat untuk seumuran anak-anak remaja. Tapi karena tekanan banyak pihak menjadikan beban itu tersa berat bahkan terkadang diri mereka sendiri. Mereka seharusnya mengimbangi perfeksionime mereka dengan sikap yang fleksibel dengan perubahan yang akan bermanfaat.

Sehingga untuk menjadi seorang yang tak terlalu berlebihan dalam hal perfeksionisme, kamu perlu menyadari ulang pandanganmu itu.

9 Tips untuk Memerangi Perfeksionisme

  1. Jadilah orang biasa untuk sehari saja. Biarkan diri kamu berantakan, terlambat, tidak lengkap.... tak sempurna. Kemudian rayakan keberhasilan kamu.
  2. Libatkan diri kamu pada kegiatan-kegiatan yang tidak menghasilkan angka atau tidak dinilai. Kegiatan yang terfokus pada prosesnya, bukan hasilnya.
  3. Ambillah resiko. Daftarkanlah diri untuk semua mata pelajaran yang terkenal menantang. Mulailah sebuah tugas atau belajarlah untuk sebuah tes tanpa harus berlebihan. Ubahlah rutinitas pagi hari kamu. Mulailah hari tanpa rencana.
  4. Biarkan dirimu membuat paling sedikit tiga kesalahan.
  5. Berhenti memakai kata 'seharusnya' ketika berbicara dengan diri sendiri. Hilangkan kata 'saya harus' dari percakapanmu.
  6. Ceritakanlah suatu kelemahan atau keterbatasan kamu pada seorang teman. Sadari bahwa ia tidak jadi kurang menghargai kamu karena mengetahui kelemahanmu itu.
  7. Akui bahwa harapan-harapanmu akan dirimu sendiri bisa jadi terlalu tinggi, atau justru tidak sesuai kenyataan.
  8. Bersyukurlah atas keberhasilanmu yang lalu. Tulislah mengenai betapa hal-hal tersebut membuat kamu merasa bahagia.
  9. Bergaullah. Bila kita bisa menerima ketidaksempurnaan diri sendiri dan orang lain serta merasa sebagai bagian dari kehidupan, kita tidak akan terlalu merasa kesepian.
Semoga salah satu dari tips itu atau bahkan beberapa darinya bisa kalian pergunakan untuk setidaknya menikmati kehidupan kalian agar lebih nyaman. Semoga bermanfaat. :)


Untuk melakukan hal yang baik di dunia,
Pertama kamu harus tau siapa dirimu
dan apa saja yang berarti dalam hidupmu.

'Pengejar Keunggulan' bukan 'Perfeksionisme'

Sebagai seorang manusia yang tak pernah berhenti untuk menggali sesuatu yang selalu lebih lagi, kita memang sudah dilengkapi oleh Tuhan sebuah akal yang tak dimiliki oleh ciptaan-Nya yang lain. Di diri kita pun telah ada nafsu yang tak pernah habis sehingga rasa ketidakpuasan kita terhadap sesuatu pun terkadang menjadi berlebihan. Yah, itu lah manusia. Tidak ada manusia yang ingin tetap sama seperti hari ini. Mereka semua ingin hari ini menjadi sesuatu yang nantinya akan menjadi pelajaran hidup di hari besok.

Tapi terkadang, sifat manusia yang seperti itu menjadikan seseorang terlihat terlalu ambisius, sehingga tak jarang sifat itu justru berubah menjadi pesimisme. Terkadang sifat seperti itu lah yang biasa disebut "Perfeksionisme". Banyak hal yang salah dalam beberapa pandangan tentang sifat perfeksionisme. Salah satu nya terkadang seseorang yang perfeksionisme melihat sesuatu dengan terlalu ambisius sehingga ketika mereka tidak mencapai target yang telah mereka tentukan hingga akhirnya ambisius itu berubah menjadi pesimisme.

Sehingga, second opinion, kita bisa mengubah kata "Perfeksionisme" dengan "Pengejar Keunggulan". Kata itu dipilih untuk membuat kita menjadi lebih tidak terlalu memangku beban berat dengan setiap target yang kita ingin capai. Setidaknya itu membuat kita lebih menatap target-target kita sebagai sesuatu yang tetap harus kita capai namun tak perlu menjadikan target itu menjadi sebuah beban tersendiri untuk kita.


Bagaimana kamu bisa menjadi seorang "Pengejar Keunggulan" bukan "Perfeksionisme"?
Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan, but base on yourself. If you wanna try it or not, that's your chance.

Memastikan sumber-sumber perfeksionisme kamu

Kamu harus mencari apa atau siapa yang membuat kamu mencoba menjadi seperti itu. Mungkin saja ada dorongan dari lingkungan sekitar kamu, sehingga kamu merasa memiliki kewajiban untuk mencapai segala hal. Itu tidaklah buruk. Tapi cobalah liat pada dirimu. Apakah kamu nyaman dengan sifatmu yang kini? Jika dirimu yang sekarang justru membuat kamu menjadi seseorang yang terlalu egoisme, mengapa tak kamu coba untuk menekan setiap rasa ambisius mu untuk lebih mengakrabkan diri dengan lingkunganmu. Cobalah untuk fleksibel.

Menganalisis kembali pandanganmu tentang kegagalan dan kesuksesan

Kehidupan sudah seharusnya dilengkapi dengan kegagalan dan kesuksesan. Kesuksesan merupakan dambaan setiap manusia. Kesuksesan bisa menjadi tolak ukur kebahagiaan seseorang. Yah, itu memang benar. Tapi tidak dalam banyak hal. Apakah kebahagiaan hanya untuk orang-orang yang kaya, pejabat, atau mungkin seorang artis yang dikenal publik? Tidak. Jelas saja, setiap orang memiliki caranya tersendiri untuk behagia. Setiap orang berhak untuk bahagia. Tapi kesuksesan tidak bisa menjadi tolak ukur kebahagiaan dalam berbagai hal. Kegagalan merupakan proses kesuksesan. Benar. Bahkan Thomas Alfa Edison pun butuh 999 kali eksperimen hanya untuk menemukan formula yang tepat untuk eksperimennya tentang bohlam lampu yang sekarang kita gunakan. Kegagalan merupakan perjalanan hidup yang harus kita lalui. Tak ada seorang pun yang mampu sukses tanpa gagal sekalipun. Itu hukum alam. Kita harus merasakan pahit dahulu untuk akhirnya rasa manis itu kita alami. Jadi, renungkan kembali pandangamu tentang dua hal itu.

Tetap gigih melawan orang-orang yang menekanmu untuk mejadi sempurna

Sempurna bukanlah kata yang tepat jika kamu ingin menjadi lebih baik. Jika orang-orang tersebut tetap mempertahankan pendapat mereka untuk membuatmu menjadi sempurna, cobalah untuk melawan. Mereka tak pernah tau apa yang kamu alami. Target mereka telah merenggut setiap jengkal kenyamanan hidupmu. Mereka tak berhak untuk membuatmu menjadi apa yang mereka inginkan. Ini hidupmu. Kamu yang akan mejalankan hidup ini. Mereka hanya akan bahagia jika kamu bahagia, bukan? Jadi, buktikan pada mereka bahwa untuk bahagia tidak harus menjadi sempurna. Sesungguhnya kesempurnaan itu hanya milik-Nya. Kita sebagai manusia biasa merupakan hamba-Nya yang tak sempurna dan terkadang salah. Jadi jelaskan pada mereka bahwa bahagiamu bukan untuk sempurna. Tunjukkan dan rasakan kebahagiaan itu setulusnya.

Mempelajari cara untuk lebih lunak kepada diri sendiri

Kamu harus mencoba langkah yang satu ini. Banyak yang sudah mempelajari cara ini (termasuk saya :D) berpendapat bahwa langkah ini bisa membuat kamu sedikit merasakan kehidupan sesuai dengan usiamu. Kamu bisa merelekskan diri kamu untuk beberapa saat agar kamu bisa kembali pada target-target kamu dengan perasaan yang jauh lebih baik. Berusahalah untuk lebih lunak pada dirimu sendiri sehingga kamu bebas mengambil resiko dan mencoba hal yang baru. Kamu bisa meluangkan waktumu di ruang terbuka untuk sekedar bersepeda atau hang out beberapa jam dengan teman-temanmu sehingga pikiranmu pun bisa nyaman dan tidak terotoriter dengan keseharianmu yang dipenuhi buku-buku yang harus kamu baca.


Itulah beberapa cara yang bisa kamu lakukan. Tapi ingat! Perhitungkan setiap langkah yang akan kamu lakukan. Jangan sampai demi mengikuti beberapa cara tersebut kamu menjadi lalai dalam banyak hal. Jangan memaksakan dirimu lebih dari apa adanya dirimu. Tuhan saja memberikanmu cobaan dalam kehidupan sesuai dengan kemampuanmu memikul permasalahan itu.Teruslah bersemangat dengan hidupmu. Kelak kamu akan bisa bahagia dengan kehidupanmu yang akan menjadi pilihanmu dimasa depan. :)


Jadilah dirimu sendiri!
Kalau bukan kamu yang menghendaki jadi dirimu sendiri,
Siapa lagi yang akan melakukannya?



Pict: google.co.id
Minggu, 28 Oktober 2012

Mengenal Kecerdasanku

Ada berbagai macam kecerdasan. Setidaknya dari beberapa buku yang pernah aku baca, aku mengenal beberapa macam kecerdasan tergantung pribadi kita. Yuk, liat letak kecerdasan kita dimana. :)

Kecerdasan Bahasa

Kamu menikmati membaca, menulis, mendengarkan dan berbicara. Dan semua itu kamu lakukan dengan mudah. Kamu senang menghafal informasi dan memperluas perbendaharaan kata dan kamu mungkin merupakan pendongeng yang handal.

Kecerdasan Musik

Kamu dapat merasakan adanya nada, komposisi dan irama tertentu dalam berbagai benda yang tampaknya tak memiliki hal-hal itu sama sekali. Contohnya adalah kicauan burung, bunyi jangkrik, atau bahkan musik yang orangtua kamu biasa dengarkan. Kamu dapat 'mendengar' bunyi nada dan tinggi atau rendahnya suara. Selain itu, mungkin kamu lihai dalam memainkan satu atau lebih alat musik, dengan cara hanya mendengarkan saja atau dengan bimbingan. Kemungkinan besar kamu sangat menyenangi berbagai jenis musik.

Kecerdasan Matematis-Logis

Kamu secara naluriah mengkategorisasi berbagai barang dan lihai menghitung, sering kali di kepala. Angka dan konsep matematika sangat mudah bagimu. Kamu juga sangat menyukai permainan asah otak, puzzle, permainan, dan komputer.

Kecerdasan Visual-Spasial

Kamu dapat langsung tahu jika sebuah bangunan (atau lukisan atau seseorang) tidak terlalu simetris. Jika kamu seorang atlet, kamu akan dapat memperkirakan secara tepat sudut yang diperlukan untuk membuat gol dalam permainan hoki atau memasukkan bola ke dalam permainan basket. Kamu bisa membayangkan dari segala sisi bentuk-bentuk yang sulit dalam pikiranmu dan menggambarkan apa saja yang kamu lihat. Kamu lihai dalam hal bongkar-pasang sesuatu dan kamu menyenangi permainan.

Kecerdasan Kinestetik

Kamu lihai dalam menggunakan dan memanipulasi suatu benda serta mampu menggerakkan tubuh dengan anggun dan mudah. Kamu suka melatih tubuhmu agar tetap bugar, dan bisa menirukan gerakan dengan baik. Kamu bisa jadi berbakat pada satu jenis keterampilan atau lebih, misalnya memahat, menjahit, menenun, membuat pot.

Kecerdasan Interpersonal

Kamu memahami orang lain dengan mudah, dengan cara menganalisis suasana hati dan perasaan mereka. Kamu adalah pemimpin alami dan mediator handal. Kamu dapat melerai pertengkaran diantara dua temanmu dan tetap berteman baik dengan mereka berdua.

Kecerdasan Intrapersonal

Kamu memahami dirimu sendiri dengan sangat baik. Kamu sangat yakin akan perasaan-perasaan, impian dan pikiran-pikiranmu. Kamu juga setia pada cita-citamu. Orang boleh jadi mengatakan bahwa, "Lain dari pada yang lain." Kamu suka membuat catatan harian.

Kecerdasan Naturalis

Kamu merasakan keterkaitan yang mendalam dengan alam dan seisinya, baik tanaman maupun hewan. Kamu suka bereksperimen dan mengamati alam terbuka. Dan kamu mungkin handal dalam berkebun atau memasak.

Sekian pengetahuan dari saya tentang kecerdasan. Mau yakin atau tidak, nggak apa-apa. Toh, itulah fungsi akal yang Tuhan berikan, bukan?
Semoga bisa bermanfaat untuk mengenal dirimu jauh lebih dalam. Sekian. Terima Kasih. ^^


Untuk melakukan hal yang baik didunia,
Pertama kamu harus tau 'siapa dirimu'
Dan apa saja yang berarti dalam hidupmu. :)
Sabtu, 20 Oktober 2012

Sejarah Pramuka Indonesia


Kelahiran Gerakan Pramuka

Sejarah Pramuka Indonesia

 

Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960.

Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan kepanduan di Indonesia waktu itu sangat banyak. Jumlah itu tidak sepandan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu.

Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powell (Lampiran C Ayat 8).

Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepanduan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961.

Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu.
Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan (Hamengku Buwono IX), Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial).

Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka.

Kelahiran Gerakan Pramuka

 

Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu :
  1. Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA
  2. Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.
  3. Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.
  4. Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA.

Gerakan Pramuka Diperkenalkan

 

Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga menggariskan agar pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya.

Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian.

Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun dengan mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam Kwarnasri 8 orang.

Namun demikian dalam realisasinya seperti tersebut dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari.

Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh.

Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari.

Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta.

Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile dimulai.

Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka.

Source: wikipedia.org

Masa Lahirnya Pramuka Indonesia


Masa Republik Indonesia


Sebulan sesudah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, beberapa tokoh kepanduan berkumpul di Yogyakarta dan bersepakat untuk membentuk Panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia sebagai suatu panitia kerja, menunjukkan pembentukan satu wadah organisasi kepanduan untuk seluruh bangsa Indonesia dan segera mengadakan Konggres Kesatuan Kepanduan Indonesia.

Kongres yang dimaksud, dilaksanakan pada tanggal 27-29 Desember 1945 di Surakarta dengan hasil terbentuknya Pandu Rakyat Indonesia. Perkumpulan ini didukung oleh segenap pimpinan dan tokoh serta dikuatkan dengan "Janji Ikatan Sakti", lalu pemerintah RI mengakui sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditetapkan dengan keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No.93/Bag. A, tertanggal 1 Februari 1947.

Tahun-tahun sulit dihadapi oleh Pandu Rakyat Indonesia karena serbuan Belanda. Bahkan pada peringatan kemerdekaan 17 Agustus 1948 waktu diadakan api unggun di halaman gedung Pegangsaan Timur 56, Jakarta, senjata Belanda mengancam dan memaksa Soeprapto menghadap Tuhan, gugur sebagai Pandu, sebagai patriot yang membuktikan cintanya pada negara, tanah air dan bangsanya. Di daerah yang diduduki Belanda, Pandu Rakyat dilarang berdiri,. Keadaan ini mendorong berdirinya perkumpulan lain seperti Kepanduan Putera Indonesia (KPI), Pandu Puteri Indonesia (PPI), Kepanduan Indonesia Muda (KIM).

Masa perjuangan bersenjata untuk mempertahankan negeri tercinta merupakan pengabdian juga bagi para anggota pergerakan kepanduan di Indonesia, kemudian berakhirlah periode perjuangan bersenjata untuk menegakkan dan mempertahakan kemerdekaan itu, pada waktu inilah Pandu Rakyat Indonesia mengadakan Kongres II di Yogyakarta pada tanggal 20-22 Januari 1950.

Kongres ini antara lain memutuskan untuk menerima konsepsi baru, yaitu memberi kesempatan kepada golongan khusus untuk menghidupakan kembali bekas organisasinya masing-masing dan terbukalah suatu kesempatan bahwa Pandu Rakyat Indonesia bukan lagi satu-satunya organisasi kepanduan di Indonesia dengan keputusan Menteri PP dan K nomor 2344/Kab. tertanggal 6 September 1951 dicabutlah pengakuan pemerintah bahwa Pandu Rakyat Indonesia merupakan satu-satunya wadah kepanduan di Indonesia, jadi keputusan nomor 93/Bag. A tertanggal 1 Februari 1947 itu berakhir sudah.

Mungkin agak aneh juga kalau direnungi, sebab sepuluh hari sesudah keputusan Menteri No. 2334/Kab. itu keluar, maka wakil-wakil organi-sasi kepanduan menga-dakan konfersensi di Ja-karta. Pada saat inilah tepatnya tanggal 16 September 1951 diputuskan berdirinya Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO) sebagai suatu federasi.

Pada 1953 Ipindo berhasil menjadi anggota kepanduan sedunia.
 Ipindo merupakan federasi bagi organisasi kepanduan putera, sedangkan bagi organisasi puteri terdapat dua federasi yaitu PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia) dan POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Puteri Indonesia). Kedua federasi ini pernah bersama-sama menyambut singgahnya Lady Baden-Powell ke Indonesia, dalam perjalanan ke Australia.

Dalam peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-10 Ipindo menyelenggarakan Jambore Nasional, bertempat di Ragunan, Pasar Minggu pada tanggal 10-20 Agustus 1955, Jakarta.
Ipindo sebagai wadah pelaksana kegiatan kepanduan merasa perlu menyelenggarakan seminar agar dapat gambaran upaya untuk menjamin kemurnian dan kelestarian hidup kepanduan. Seminar ini diadakan di Tugu, Bogor pada bulan Januari 1957.

Seminar Tugu ini menghasilkan suatu rumusan yang diharapkan dapat dijadikan acuan bagi setiap gerakan kepanduan di Indonesia. Dengan demikian diharapkan kepramukaan yang ada dapat dipersatukan. Setahun kemudian pada bulan November 1958, Pemerintah RI, dalam hal ini Departemen PP dan K mengadakan seminar di Ciloto, Bogor, Jawa Barat, dengan topik "Penasionalan Kepanduan".

Kalau Jambore untuk putera dilaksanakan di Ragunan Pasar Minggu-Jakarta, maka PKPI menyelenggarakan perkemahan besar untuk puteri yang disebut Desa Semanggi bertempat di Ciputat. Desa Semanggi itu terlaksana pada tahun 1959. Pada tahun ini juga Ipindo mengirimkan kontingennya ke Jambore Dunia di MT. Makiling Filipina.

Nah, masa-masa kemudian adalah masa menjelang lahirnya Gerakan Pramuka.

 Source: wikipedia.org

Banyuwangi




Once upon a time, there reigned in East Java a king named Sindureja. He had a prime minister named Sidapaksa. Sidapaksa had a very beautiful wife.

Sidapaksa loved his wife dreeply. They lived in complete happiness. However, Sidapaksa’s mother didn’t like her daughter-in-law. Each day, She threw to think a way to separate Sidapaksa from his wife. 

One day, a king Sindureja asked Sidapaksa to search for the buds of magic flower on mount Ijen. It was a long and dangerous journey. The assignment from a king was so important and urgent. Sidapaksa had to leave his pregnant wife.

Not long afterwards, a son was born. The baby’s birth gave much happiness to the young mother.

However, one day, while this young mother was bathing, her evil mother-in-law threw the baby into the river. Knowing that her baby disappeared, the young mother was very sad, she could neither eat nor sleep. She became very ill. 

Two years passed and Sidapaksa returned from his journey. He succeeded in doing his duty. Just as he was about to enter his house, her mother told him that his wife threw their baby into the river.

Sidapaksa believed his mother’s story. He was too angry to use his common sense. He drew his kris and approached his wife who was lying weak on her bed. 

“ Ah, wicked woman! Tell me why you threw our new born child into the river. Tell me!” He said in a rough and angry voice.

“ Oh my dearest husband! I am innocent. I love you and our baby. I didn’t kill our child. If you don’t believe me, carry me to the river. I will prove that I don’t do it!” replied his wife calmly.


Sidapaksa took her wife to the edge of the river. Suddenly, his wife leaped up and threw herself into the river. 

“ Oh my God! How will I know who killed my child?” moaned Sidapaksa.

Then, he looked up down at the water. Suddenly, two pure white flower-buds appeared, one larger and taller the other. A sweet fragrence came from them.

“ Sidapaksa, look here! Beside me is our child. He himself will tell you who drowned him,” The taller one spoke. 

“ Father, my mother is innocent. Grand mother threw me into the river. Now, I am happy because my beloved mother come with me,” The smaller one spoke. Then,the two flowers vanished into the water. They left their fragrence behind. 

Since then, people call the city on its banks of the river Banyuwangi. Banyu means water and Wangi means fragrant.


Pict: belajaringgris.net

Enjoy It