Copyright © SA's World
Design by Dzignine
Minggu, 28 Oktober 2012

Mengenal Kecerdasanku

Ada berbagai macam kecerdasan. Setidaknya dari beberapa buku yang pernah aku baca, aku mengenal beberapa macam kecerdasan tergantung pribadi kita. Yuk, liat letak kecerdasan kita dimana. :)

Kecerdasan Bahasa

Kamu menikmati membaca, menulis, mendengarkan dan berbicara. Dan semua itu kamu lakukan dengan mudah. Kamu senang menghafal informasi dan memperluas perbendaharaan kata dan kamu mungkin merupakan pendongeng yang handal.

Kecerdasan Musik

Kamu dapat merasakan adanya nada, komposisi dan irama tertentu dalam berbagai benda yang tampaknya tak memiliki hal-hal itu sama sekali. Contohnya adalah kicauan burung, bunyi jangkrik, atau bahkan musik yang orangtua kamu biasa dengarkan. Kamu dapat 'mendengar' bunyi nada dan tinggi atau rendahnya suara. Selain itu, mungkin kamu lihai dalam memainkan satu atau lebih alat musik, dengan cara hanya mendengarkan saja atau dengan bimbingan. Kemungkinan besar kamu sangat menyenangi berbagai jenis musik.

Kecerdasan Matematis-Logis

Kamu secara naluriah mengkategorisasi berbagai barang dan lihai menghitung, sering kali di kepala. Angka dan konsep matematika sangat mudah bagimu. Kamu juga sangat menyukai permainan asah otak, puzzle, permainan, dan komputer.

Kecerdasan Visual-Spasial

Kamu dapat langsung tahu jika sebuah bangunan (atau lukisan atau seseorang) tidak terlalu simetris. Jika kamu seorang atlet, kamu akan dapat memperkirakan secara tepat sudut yang diperlukan untuk membuat gol dalam permainan hoki atau memasukkan bola ke dalam permainan basket. Kamu bisa membayangkan dari segala sisi bentuk-bentuk yang sulit dalam pikiranmu dan menggambarkan apa saja yang kamu lihat. Kamu lihai dalam hal bongkar-pasang sesuatu dan kamu menyenangi permainan.

Kecerdasan Kinestetik

Kamu lihai dalam menggunakan dan memanipulasi suatu benda serta mampu menggerakkan tubuh dengan anggun dan mudah. Kamu suka melatih tubuhmu agar tetap bugar, dan bisa menirukan gerakan dengan baik. Kamu bisa jadi berbakat pada satu jenis keterampilan atau lebih, misalnya memahat, menjahit, menenun, membuat pot.

Kecerdasan Interpersonal

Kamu memahami orang lain dengan mudah, dengan cara menganalisis suasana hati dan perasaan mereka. Kamu adalah pemimpin alami dan mediator handal. Kamu dapat melerai pertengkaran diantara dua temanmu dan tetap berteman baik dengan mereka berdua.

Kecerdasan Intrapersonal

Kamu memahami dirimu sendiri dengan sangat baik. Kamu sangat yakin akan perasaan-perasaan, impian dan pikiran-pikiranmu. Kamu juga setia pada cita-citamu. Orang boleh jadi mengatakan bahwa, "Lain dari pada yang lain." Kamu suka membuat catatan harian.

Kecerdasan Naturalis

Kamu merasakan keterkaitan yang mendalam dengan alam dan seisinya, baik tanaman maupun hewan. Kamu suka bereksperimen dan mengamati alam terbuka. Dan kamu mungkin handal dalam berkebun atau memasak.

Sekian pengetahuan dari saya tentang kecerdasan. Mau yakin atau tidak, nggak apa-apa. Toh, itulah fungsi akal yang Tuhan berikan, bukan?
Semoga bisa bermanfaat untuk mengenal dirimu jauh lebih dalam. Sekian. Terima Kasih. ^^


Untuk melakukan hal yang baik didunia,
Pertama kamu harus tau 'siapa dirimu'
Dan apa saja yang berarti dalam hidupmu. :)

Behind The Black


So wonderful beauty that God has given, until this moment I can joke with every bliss that I have. About you and be with you, I'm always bombarded with a sweet smile that is so sincere from you. I always expect the time to stop when I'm with you. Holding hands with a steady foot into the light of life will progressively light glare. I wish I could repeat more sense of that day. How I could only be grateful for the gift of God that is so kindly giving happiness to useless to us.

But again, that's just what happened several years ago. When you're still here, still accompanied my day with such great spirit to stay with me. I always repeat my way to get your attention every time you're busy with your own business. At that time, I always succeed to get love, even though you sometimes look so upset because I made you even pay attention to me alone. But, now all changed. Since you came back to the God a year ago, the fog was still covering my smile.

 At that time we were enjoying the way back to the city where we live. I'm trying to reach my phone lying on a sofa behind the car. I tried reaching out, but damn. You were with a small gap that trying to reach my phone watching me until when I got back to my seat, a truck passing leads us to the forward car accident so tragic for me recalled back. I saw you covered in blood at the time. I was about five feet away from you is reversed in the car. I could not do anything about it. All I could do is seeing you from my place and tried to shout your name as loud as possible. But again unlucky. A voice so strong I tried to remove it from my throat finally could not instigated. Until more people are swarming around us and after that blackened my sight until I forget things after that.

After that, all I remember is the first time I opened my eyes I saw that it was only a white roof. Sure enough, this is hospitals. Oh, no ... Where is he? Where's my sweetheart? You know, when I started powered remember him, I tried to turn his head toward my right. All I saw was my father stood beside my best friend. I'm still not able to say that I took it out of my mouth only afford a small sigh seemed to have tired of waiting.Their faces are so scary. As if to keep me unconscious. definitely, after that I was holding my father's hand, as if asking for an explanation of all this.

I hate honesty. I covered my ears did not want to hear anything else they say. Tears dripped chubby cheeks. The tears that yesterday had me spend time with her happy tears. I was upset with many things. Especially with God. What else You want? Can not You just let me be happy for a moment. Until finally You dispose of that happiness. Immediately I was so very angry with the God. I became his servant that is so pagan. Dirty up my mind I was struggling trying to pull out the IV that is embedded in my right arm.

The incident I'll never remember back. At least, that's my promise to him when I attended his funeral. I was weak, I was covered in black cloth on my head. With that I wear sunglasses to cover my eyes because the bruises would not stop crying and sitting in a wheelchair not because I could not walk. I promise I will never be as happy as with you anymore. I can not. And really could not.

I became a person who is so pathetic. I spent my days just to paint the sky outside the window. My friend can not afford it with my behavior. She finally took me to an orphanage. At first I did not understand the desire. Until the third time we were there I understood her point. She wanted me as strong as that children. So I was just hiding behind its thick black clouds that had been fool me. My love will be happy there too. Well, he reasoned carry the name of love. I know his intentions so well. Until finally I tried to get up and start painting for the children.

Since that day I started to build up my life again. I started actively attending school painting again. I started learning about the social life I had never thought of before. I became more open and slowly being myself the first, although there is a black hole in my heart. Every month, I always go to his grave. I pray that he's be happy there too and also tell a lot about my life now.

Since the lessons of my life that I began to brave to learn the new things, try to release  the shadows of my love began to pass. I consider it to be a black fog of my past. I began to fill my days with rainbow. But I always remember my promise to him. I would still love him. Remain always and will never change.

Sadness and tears those are my life lessons.
I'm trying to survive, although I would fall
I will not know
, until I tried it. :)

Surga

Dengan rasa ini, pagi hari yang berkabut bisa menjadi surya yang indah bila mengenangmu. Dengan rasa ini pula, ku tembus pagi ini dengan rasa yang berjuta. Mengawali hari itu indah bagiku. Kau tau? Indah yang ku maksud bukan indah yang sebenarnya. Melainkan hanya majas hiperbola yang terlalu melebih-lebihkan sesuatu yang sebenarnya biasa saja. Tapi bagiku, ini lebih dari cukup. Kebahagiaan selama ini bukan sekedar hanya kesenangan yang berhura-hura ria. Tapi melebihi Surga yang pernah Tuhan janjikan dalam Kitab-kitab-Nya.

Ya, Tuhan memang hanya ada satu. Menurutku, ajaran dan keyakinan lah yang menjadikan-Nya seolah beragam. Mengapa harus ada perbedaan itu? Huftttt.... Andai tak ada yang berbeda dalam keyakinan, dan Tuhan yang kita sembah hanya Dia. Aku yakin sekali bahwa kita akan benar-benar bisa bersatu. Yah, bukan kita yang bersatu menjadi satu tubuh tapi hati kita yang bersatu beriringan menapaki kehidupan. Kau dengan kepercayaanmu dan aku dengan kepercayaanku bisa tetap berjalan dengan baik. Saling mengisi. Tapi mereka?

Ah... Mereka. Mengapa harus ada mereka. Membuat semua yang pernah kita lalui seolah tak berarti. Mereka menganggap bahwa perbedaan itu terlampau dahsyat. Begitu mengguncang jika kita bersama. Nganga itu semakin mejadi ketika penolakan itu justru paling gencar ditujukan oleh orang terdekat ku. Betapa hancurnya hati ku ketika kehendakku harus ku muntahkan begitu saja karena ketidaksetujuan mereka. Mengapa mereka harus ada? Mengapa?

Mengapa? Setiap malam hanya kata tanya itu yang selalu terucap dibenakku. Aku ingin kau tau, aku tak ingin ini terjadi. Aku tak bisa menyalahkan-Nya. Aku hanya hamba-Nya yang begitu percaya meyakini sepenuh hati ku bahwa Dia-lah yang paling berperan dalam hidupku. Ya, Tuhan. Kau ciptakan langit dan bumi ini untuk saling melengkapi, bukan? Tapi mengapa saat ini langit dan bumi yang kau ciptakan itu digunakan para umat-Mu untuk menjadikan sebuah klise kehidupan yang begitu pahit ini. Bahwa kata mereka, "Langit dan Bumi tak akan bersatu, mereka diciptakan saling melengkapi tapi tidak untuk bersatu." Ya, Tuhan.... Berapa kali aku harus berdoa dalam setiap sujudku pada-Mu, bahwa aku nyatanya ingin semua perbedaan ini berakhir. Tapi satu sisi aku tau, Kau menciptakan perbedaan ini untuk umat Mu agar mereka bisa merenungkan setiap perbuatan mereka.

Pro dan Kontra kehidupan seakan semakin lengkap ketika kau pun juga menyetujui keinginanku yang benar-benar bukan dari hati terdalam ku. Tuhan memang satu, kita yang tak sama. Haruskah aku lantas pergi, meski cinta tak kan bisa pergi? Salah satu lagu dari Marcel "Peri Cintaku", yang barusan saja aku dengar di MP3 ku yang dengan sengaja aku putar untuk mengenang kisah cintaku ini. Kau tau? Cinta itu memang tak selamanya membutakan. Buktinya, jika cinta buta, cinta tak akan hancur hanya karena Ketuhanan yang dianut berbeda. Mungkin itu hanya bagiku bukan untuk kalian. Tapi, Please..... Aku mohon, jangan kau iyakan keinginanku itu. Aku tak ingin semua berakhir begitu saja.

Bukankah kita pernah berjanji? Tak akan ada yang bisa memisahkan kecuali Tuhan. Ya, Tuhan. Apa yang Kau rencanakan kali ini untuk kehidupan cintaku? Ataukah harus aku menunggu sang waktu yang akan menjawabnya? Aku tau jika ini terjadi berarti kami bukan jodoh. Aku tau pula bahwa garis tangan yang telah Kau lukiskan tak mampu kami ubah. Maka aku mohon dengan sangat meminta, tolong Kau buat kami bersama, walau mungkin kami tak bersama di dunia Mu ini tapi satukan kami disurga Mu kelak yang telah Kau janjikan. Aku tau, setiap kepercayaan meyakini adanya Surga yang abadi maka dari itu aku pula yakin bahwa hanya surga Mu yang akan bisa menyatukan kami tanpa ada kata mereka.

Mungkin tak semudah itu juga kamu iya kan pernyataan ku kemarin malam. Aku bersikeras untuk mengakhiri semua ini demi mereka. Lagi-lagi alasan ku adalah mereka. Bisakah mereka ku buang jauh-jauh agar tetap bersamamu? Kau katakan jika aku hanya memikirkan mereka, bahwa aku tak benar-benar menginginkan itu, bahwa aku tak memikirkan perasaan ku sendiri yang sebenarnya tak ingin ini terjadi... IYA... Memang benar, sayang. Aku ingin ini hanya mimpi. Kau tau, aku butuh banyak waktu hingga akhirnya kepingan air mata ini aku kumpulkan untuk akhirnya ku dirikan sebuah kekuatan kokoh untuk mengakhiri semuanya. "Kau bohong! Kau bohong, sayang....! Kau hanya memikirkan mereka! Aku tau, kau tak ingin ini terjadi, bukan? Ayolah, sayang... Berhenti berkata mereka! Hingga akhirnya nanti mereka akan bahagia melihat kita bahagia bersama." Kau berkata dengan sungguh. "Tapi kau tak tau, mereka benar-benar mengenal ku begitu lama. Tak bisa kau ucap begitu, kau tau? Aku bukan tak berpikir. Ini membuat ku hampir mati." Aku membalas dengan derai air mata yang akhirnya mengucur juga dari bukit yang telah lama menahan derasnya aliran itu. Aku tak bisa menoleh ke belakang lagi. Aku sudah terlalu takut dengan melihat wajahmu yang begitu mendung. Pelangi yang selalu menghiasi wajahmu sekarang berubah menjadi petir dengan pekat hitam awannya.

Maafkan aku. Sayangnya, aku terlalu pengecut untuk mengatakan dua kata tersebut. Ya, Tuhan. Inikah yang kau inginkan? Kau ingin dua hamba Mu ini berakhir tragis dengan goresan yang begitu perih dihati kami? Aku tak menyalahkan-Mu. Aku hanya bingung dengan garisan ini. Apakah aku pernah menyetujui hal ini sebelum kehidupan ku? Mengapa ku lakukan itu? Tak pernahkah aku berpikir bahwa aku akan terluka sedalam ini? Aku tak sanggup. Aku berjalan selangkah perlahan namun pasti meninggalkanmu. Hingga akhirnya kau memanggil namaku dengan begitu keras. Nada kalimatmu itu seolah memerintahkan aku untuk kembali dan jangan bergerak selangkahpun menjauhi mu. Tapi aku hanya menghentikan langkahku sekejap hingga ku tahan semua emosi yang memuncak untuk kembali padamu. Ku tegaskan langkahku kembali untuk tetap melangkah tanpa keraguan. Aku berlari agar udara malam ini tak terlalu lama menusuk jantungku yang nanti bisa membuatku jatuh tersungkur dengan bodoh.

Aku tak tau sejak saat itu. Aku dengan sengaja memutuskan kontak denganmu. Aku tak mau diri ini menjadi bodoh dengan kasus cinta yang begitu tragis ini. Aku tak ingin kau pun berlarut dengan air mata yang semalam sempat ku lihat dalam tundukkan ku. Sejak saat itu, aku hanya mendengar berita dari teman-teman ku yang berkata bahwa kau selalu menanyakan ku. Ya, Tuhan. Tak bisakah kau buat cerita cintaku yang lebih simple dengan bunga-bunga yang indah? Bukan malah dengan darah yang menembus setiap jengkal laraku. Aku tak mampu munculkan diriku depan dirimu. Betapa bodohnya aku hanya karena mereka  aku menghancurkan hati yang begitu lembut.

Sekarang, sudah 5 tahun berlau, bayang mu telah membuat ku menjadi pribadi yang lebih kuat. Terima kasih atas cinta yang begitu lembut yang mengajarkan ku tentang arti kesetian, ketulusan, kehidupan bahkan keyakinan yang tak bisa terbohongi.

Aku ingin berbagi sedikit padamu. Sekarang apa yang ku inginkan telah aku dapatkan. Kau tau, aku dulu sering bercerita padamu tentang diriku yang nanti akan mengenakan sebuah almamater putih khas dokter. Tentunya, sekarang aku mewujudkan mimpiku itu. Kau tau? Yang hingga detik ini ku ingat, kau lah orang pertama yang memanggilku Bu Dokter, dulu saat kita bercerita tentang keinginan  masa depan kita. Dan terakhir ku dengar kau mengambil fakultas Hubungan Internasional. Aku bahagia sekali. Keinginanmu untuk menjadi seorang Duta Besar akhirnya benar-benar kau tempuh. Aku pun punya kebanggaan tersendiri dihatiku. Bahwa suatu saat nanti, aku akan melihatmu berdiri di podium dengan lambang Garuda sedang menyampaikan pidato kenegaraan. Kau, Pak Dubes. Hehehehe... Aku bangga setidaknya kau pernah mendengar kata-kata ku itu dengan langsung.

Kau akan tetap terukir indah di hatiku. Semoga aku tetap dihatimu hingga akhir nanti. Hingga doa ku pada Tuhan untuk menyatukan kita di surga kelak tercapai. Kau harus mempersiapkan dirimu. Pada nantinya, kita akan bersatu disebuah tempat nan indah yang benar-benar diakui setiap kepercayaan tanpa ada kata mereka. Sampai berjumpa di Surga, sayang. :)

Bukan karena keyakinan yang berbeda
Tapi karena Tuhan mempunyai caranya sendiri untuk menyatukan kita
Dalam sebuah hati yang utuh. :)

Enjoy It