Copyright © SA's World
Design by Dzignine
Kamis, 03 November 2016

Mimpi dan Cinta (Naskah Drama Non-Tradisional)


Sinopsis:

Dia duduk disampingku. Kini matanya mulai menerawang pada kejadian 10 tahun yang lalu. Dimana saat itu hanya ada dua orang sahabat, seorang Krisan Putri dan Satrio Mulyono. Mereka berteman, bahkan bersahabat akrab. Persahabatan bagi mereka lebih dari sekedar batas antara dua orang yang berbeda pandangan. Seorang anak perempuan dan anak laki-laki yang berkomitmen berteman dengan naluri persahabatan.

Berawal saat mereka mulai beranjak dewasa. Saat terkadang rasa persahabatan berbatasan langsung dengan rasa kasih sayang tulus. Tapi saat itulah cobaan menerpa persahabatan mereka. Saat waktu mulai merangkak ke tempat yang berbeda haluan. Saat Satrio mulai dengan rasa yang tak terbendung. Tanpa berpikir saat awal perkenalan mereka.
Perkenalan yang diawali karena ketidaksengajaan seorang anak perempuan kecil yang menangis di sebuah Taman Kanak-kanak karena boneka kecil kesayangannya dirusak oleh teman-temannya yang menarik boneka itu terlalu kuat. Dan akhirnya Satrio kecil mendekati Krisan yang tersedu-sedu dengan boneka rusak di tangannya. Sejak saat itu juga mereka berteman. Persahabatan yang kini berlanjut pada masa putih abu-abu. Bahkan tak tanggung-tanggung, keberadaan mereka yang kini menjadi teman sekelas mengubah rasa yang awalnya merupakan rasa kasihan pada seorang gadis kecil menjadi rasa tulus yang ingin selalu berada di dekat gadis kecil itu.

Kamis, 08 Oktober 2015

Sahabat (Naskah Drama)


Masa baru dalam kehidupan Atika dimulai. Jaman dimana selalu memegang lolipop kini berganti dengan masa berkumpul bersama teman-temannya untuk sekedar bercerita tentang hidup. Kini Atika dan teman-temannya, Rahma, Winka dan Anggi telah berseragam putih-biru. Yah, saat ini merupakan masa transisi, masa SMP. Begitulah kiranya perjalan persahabatan mereka dari SD kini berganti haluan ke SMP. Bahagia bukan? Terus bersama dengan mereka, berbagi suka duka dan menghabiskan waktu bersama. Seperti dunia ini hanya milik mereka berempat. 
Tapi, bukan mereka saja. Kelulusan penerimaan siswa baru SMP Widyatama bukan milik mereka saja. Masih ada Danu, Awan, Tio, Haqqi dan Ramlan. Mereka juga merupakan segerombolan sahabat Atika. Semua bahagia, bisa satu sekolah kembali dan itu artinya kegilaan tak berhenti di masa SD. Itu lucu, memang sangat lucu. Mereka sengaja mencari satu sekolah yang sama agar bisa terus bersama. Tampaknya kelulusan tidak bisa memisahkan persahabatan mereka semua.
Namun nampaknya persahabatan tak semulus yang mereka pikirkan. Persahabatan itu sempat diuji dengan hadirnya seorang siswi di kelas mereka. Rana, begitulah tepatnya siswi baru itu bernama. Rana merupakan sosok yang Danu sukai, seorang gadis yang cantik dan cukup pintar. Berbeda dengan Danu, Rahma justru tidak menyukai sosok Rana. Entah apa yang dipikirkan Rahma, dia menganggap Rana hanya akan merusak hubungan mereka semua. Berbeda dengan Rahma dan Danu, Atika pun berbeda pandangan. Atika begitu senang dengan kehadiran Rana di semester kedua kelas satu SMP ini. Rana duduk sebangku dengan Atika dan mereka berdua berteman akrab.
Melihat kondisi itu, Winka, Anggi, Awan, Ramlan, Tio dan Haqqi begitu dilema. Mengapa persahabatan mereka berubah seperti ajang saling benar? Danu tetap pada prinsipnya menyukai Rana, Rahma yang keras kepala tetap membenci Rana dan Atika yang begitu dekat dengan Rana terus bersama Rana. Lalu Winka dan Anggi mengikuti jejak Rahma yang membenci Rana namun mereka tetap berteman baik dengan Atika seperti biasa, berbeda dengan Rahma yang kesal dengan sikap yang ditunjukkan Atika. Sedangkan Awan, Tio dan Haqqi tak mau ikut berdebat, mereka memilih untuk ‘golput’, yah begitulah istilah untuk orang yang tidak berpihak pada pihak manapun. Mereka hanya mengikuti alur saja. Begitulah anak laki-laki pada umumnya, tak mau ikut campur banyak hal, terutama masalah keributan yang hanya sekedar dilandasi rasa kecemburuan khas anak-anak tamatan SD.
Tapi seiring berjalannya waktu, Atika yang tak lelah meyakinkan kepada teman-temannya bahwa Rana merupakan anak yang baik, berbeda dengan apa yang mereka pikirkan membuat persahabatan itu kembali normal. Atika berhasil membujuk Rahma, Winda dan Anggi untuk sekedar bercerita sedikit tentang persahabatan mereka. Danu pun tak kalah antusiasnya membantu Atika mengenalkan Rana dengan teman-teman mereka semua. Hingga akhirnya Rahma, Winka, Atika dan Anggi memiliki teman baru, Rana. Awan, Tio, Ramlan, Danu dan Haqqi pun bahagia. Semua kembali normal.
Hingga detik terakhir pengumuman kelulusan SMP, mereka terus bersama. Persahabatan mereka yang begitu panjang tak akan lekang oleh waktu. Walau kini masa itu berganti dengan masa SMA dan mereka memutuskan untuk bersekolah di sekolah masing-masing, tetap terkadang ketika hari libur mereka menyempatkan waktu untuk sekedar menggila bersama.

Sabtu, 21 Maret 2015

21 Maret di Tahun Ketiga

21th Maret di tahun ketiga sejak senja kemerahan itu, aku tau semua telah berubah. Sekalipun selalu dia berkata jika dia tak pernah berubah, tapi nyata selalu berkata jujur, semua orang berubah. Semua orang setidaknya menjadi dewasa karena memang kehidupan selalu berputar sesuai hukum alam yang telah lama terpatri.

Malam ini, ku tulis lagi rangkaian kata untuknya, someone in my past, or someone who will come and take me out of my box. Namun entah kapan dia datang (lagi). Atau akankah seseorang mengganti posisinya? Waktu yang mampu menjawabnya. Jika Tuhan memang benar telah menggariskan berbagai lintang kehidupan, manusia hanya bisa berbesar hati. Aku menulis karangan ini lagi, mungkin aku merindukan nya, atau mungkin aku sekadar bosan, setelah hidup tiga tahun tanpa nya, aku kembali menjadi diriku sebelumnya. Menarik diri dari kehidupan dunia yang, menurutku, terlalu bising. Aku yang lalu, aku yang pernah hidup 15 tahun tanpa dia, yang selalu tak peduli bagaimana dunia berputar sehari-hari, berubah setelah mengenal dan lebih dekat dengan nya selama 3 bulan. Entah apa arti 3 bulan itu bagi kehidupan ku yang kini hampir memasuki 19 tahun, tapi someone told me, "your first love was the incredible thing". Aku tak pernah memahami maksudnya hingga aku kehilangannya.
Jumat, 04 Juli 2014

GagasMedia's Winning #11TanpaBatas


Haiiiii, sudah lama sekaleeeeee saya gak nge-post :3 Oke, tepat pada tanggal 4 Juli 2003 yang lalu, lahirlah sebuat publisher yang gak akan pernah kita sangka-sangka akan menjadi salah satu publishing besar dan yang terpenting publishing favorit saya dongse ;)


Yupz, HAPPY BIRTHDAY @gagasmedia yang ke #11TanpaBatas Huaaaaaah, keceeee badai nih! So, dalam rangka menyemarakkan hari jadi nya, tim Gagas Media membuat sebuah games, jadi buat yang berminat, ehem ehem buat yang baca posting-an ini juga boleh deh, bisa ikutan dengan cara seperti di bawah ini:

Tuuuuh, yang udah tertarik dan mau ikutan juga, udah ditunggu loh. Oh iya, ralat, "Kami tunggu!" itu maksudnya ditunggu tim Gagas Media, hoho..

Okeee let's see what i'll do for this game, huaaaaah wish me luck, Bismillah.. :D

Senin, 24 Maret 2014

...

Bahkan sampai detik ini aku menulis di blog ini, sampai detik ini pula pikiranku tak pernah kembali ke arah asalnya. Ini kah yang mereka namakan "Keputusasaan"? Mereka berkata ketika kita tak memiliki alasan lagi untuk tetap bertahan dengan apa yang kita percayai awalnya, maka kau berada dalam lingkaran keputusasaan. Tapi, sampai detik ini aku tak pernah sadar keputusasaan itu sebenarnya berwujud apa?

Secara dramatis, beberapa film bahkan hampir semua film yang menceritakan keputusasaan itu berakhir dengan tragedi, skandal, atau bahkan lebih berakhirnya kehidupan seseorang. Aku tau itu terlalu mengerikan untuk bahkan sekadar kita bayangkan, tapi mengapa semua itu justru terlintas ketika saat ini, saat ketika aku merasa semua itu tak pernah ada harapan. Aku ingat betapa aku tampil dengan percaya diri mengumbar kalimat-kalimat itu dengan berapi-api, tapi sekarang? Aku justru lebih memilih laptop dan mulai menulis posting-an ini dengan perasaan campur aduk seperti ini.

Sekadar hanya untuk memberitahu kalian saja, siapapun yang sedang membaca posting-an ini, jika AKU BENAR-BENAR SENDIRIAN. Aku butuh, entah mungkin sesuatu/seseorang secara nyata, teman cerhat, mungkin, aku tidak terlalu yakin. Selama ini aku nyaman dengan duniaku sendiri. Dunia yang kubuat dengan rasa dan pemikiran aku sendiri. Semua tentang AKU.

Senin, 17 Februari 2014

TEMAN SELAMANYA



(Instrumen)
Sahabat. Bagai tetesan embun pagi yang jatuh membasahi kegersangan hati hingga mampu menyejukkan taman sanubari. Bagai bintang gemintang malam di angkasa raya yang menemani rembulan duka lara hingga mampu menerangi gulita dalam kebersamaan. Bagai pohon rindang dengan ribuan dahan yang memayani terik matahari hingga mampu memberi keteduhan dalam ketentraman. Bagai derasnya hujan yang turun yang menyirami setiap jengkal bumi yang berdebu menahun hingga mampu membersihkan mahkota bunga dan dedaun dalam kesucian.

Selasa, 04 Februari 2014

Kamu Bagiku..

Taukah kamu, ketika bertemu kamu, hal pertama yang aku tau, dunia berputar dengan benar? Taukah kamu, ketika mengenal kamu, hal pertama yang aku pahami, hidup itu seharusnya dibagi? Taukah kamu, ketika mengagumi kamu, hal pertama yang aku mengerti, cinta itu sesungguhnya ada, bukan sekadar dongeng? Taukah kamu, ketika mencintai kamu, hal pertama yang aku baca, ketulusan itu tak meminta imbalan apapun? Taukah kamu, ketika menjalani hidup bersama kamu, hal pertama yang aku ukir adalah namamu? Taukah kamu, saat ini, saat aku berpisah dari kamu, hal pertama yang menghancurkanku adalah merindukanmu?

Semua judul yang ku tulis "Kita" berubah, bahkan beberapa bab harus ku hapus, sekadar meyakini hatiku, "Kita" bukan kata yang benar saat ini. Terkadang hidup itu seperti bayangan, hitam walau di atas kepalamu sungguh terang. Aku percaya tiap kau tersenyum, itu senyum yang dulu kau untai hanya untukku. Tapi ketika aku kembali ke keadaan sadar, aku tau senyum itu bukan milikku lagi. Senyum itu kau bagi untuk setiap orang. Itu adalah saat ini.

Ketika aku tau kau benar-benar menginginkanku pergi, bahkan bukan kau ucapkan langsung padaku, rasa sakit itu tetap nyata, bukan dongeng. Aku begitu egois, menutup semua kenyataan, mengakui alam mimpiku lebih kuat dari pikiran nyataku, mempercayai bahwa hanya akan ada "Kau dan Aku". Nyata nya salah, semua berubah tanpa pernah ku sadari, tanpa pernah bisa ku tahan. Seperti rasamu, berubah tanpa pernah bisa aku hindari.

Jumat, 03 Januari 2014

Setelah Dua Tahun Kepergianmu

Tepat hari ini..
Setelah dua tahun kepergianmu..
Aku membisu, rasanya tak ada lagi rasa yang sanggup ku ucap yang biasa ku tuang dalam tiap lembar kertas putih dan berdoaagar kelak Tuhan mengabulkan mimpi cinta ku.  Aku tak tau apalagi merasakan tiap rasa khawatirmu, resahmu, gundahmu, bahkan tawamu, ceriamu, juga bahkan rintahan tangismu yang ku anggap begitu tulus. Itu dulu, dua tahun yang lalu.

Setelah dua tahun kepergianmu..
Aku tetap menunggu, tetap menanti, tetap mencinta, tetap menelan rindu itu, tetap menjaga rasa, tetap mengabadikan cinta hanya untukmu. Karena berkah yang Tuhan berikan niscaya kau kembali padaku. Aku melangkah kemanapun, tetap kau terus mengikuti, maaf mungkin bukan kau, tapi sekadar bayangmu..

Setelah dua tahun kepergianmu..
Terasa sekali perbedaannya, hariku kembali membeku. Hariku kembali menguncup. Hariku gagal merekah. Hariku menatap nanar tiap hati yang berseliweran. Hariku bertanya tetap dengan kata "mengapa". Hariku tak mampu bangun. Hariku yang berselimut pekat kabut hitam. Hariku keabu-abuan, tak jelas arahnya.

Setelah dua tahun kepergianmu..
Persetan apa lagi yang ku buat. Menatapmu kembali. Merogoh hati terdalamku, barangkali aku menemukan sesuatu yang mampu mengembalikanmu padaku. Mencoba membaca isi hatimu. Mungkin ada satu alasan yang bisa ku gunakan untuk menyeretmu kembali ke kebahagiaanku yang dulu. Persetan apa lagi yang ku buat. Memaksamu kembali, berjanji untuk berubah menjadi yang kau inginkan dan merelakan diriku sendiri hilang demi cintamu. Persetan apa lagi yang ku buat. Aku memujamu. Seperti lirik lagu, "Di atas hatiku ku tinggikanmu, di atas hatimu kau rendahkanku". Betapa aku mencintaimu sebagai cinta pertama yang terlalu abadi untuk aku ingat. Persetan apa lagi. Hubungan yang bahkan tak sampai 100 hari dan parah, hingga saat ini bahkan aku masih terngiang rasa hadirmu dekatku.

Jumat, 04 Oktober 2013

Kenangan

Bukan aku yang memulai, bahkan perkenalan itupun terjadi tanpa disengaja. Kau dan Aku, yah, begitulah sekarang. Berapa lama ini terjadi? Berapa tahun telah berlalu? Hingga saat ini benar-benar bukan sekadar mimpiku. Kau, kau benar-benar berubah, menjadi sosok yang paling mengerikan bagiku. Sewaktu-waktu bisa saja kau datang kembali, lalu sekejap pergi, meninggalkanku, mencampakkan ku begitu saja.

Setelah dua tahun berlalu, setelah semua berakhir, setelah tak ada kata Kita, setelah semua berubah, setelah kau benar-benar berhasil pergi, setelah aku benar-benar jatuh dan setelah aku tersungkur dalam kegelapan, tak ada satupun yang mampu ku pikirkan. Tiap aku tersenyum mengapa tak kau balas senyum itu? Tiap kali aku menatapmu lurus, mengapa kau justru menyembunyikan wajahmu? Sebegeitu tak inginkah kau bertemu denganku, bahkan sekadar untuk menoleh sedikit padaku? Sebegitu hina-nya kah aku bagimu?
Jumat, 05 Juli 2013

Arti Dirimu

Aku tau memilikimu indah, aku pun tau mencintaimu bahagia, bahkan aku tau dicintaimu juga mengharukan. Tapi aku pun tau melihatnya mampu menyentuhku, berdiri di sampingnya menghangatkan, bahkan akupun tau bagaimana dilemanya hatiku saat tiba-tiba dia hadir di hidupku. Menyelinap masuk lalu memenuhi hari ku yang mulai kering tanpa cintamu.

Aku lelah menantimu, tapi tak jera menunggumu. Aku sadar hadirnya dan tak siap menyambutnya. Karena masih ada kamu. Masih ada dirimu yang terus membayangi hariku, seolah tak rela jika kini kau harus sendiri. Aku tau rasa sulit ini menderapku. Rasa kebimbanganpun menimpaku. Tapi, jujur saja, hati ku hanya untukmu, bahkan hingga saat ini aku di persimpangan, satu hatiku, seutuhnya, milikmu.

Aku bukan yang terbaik, sempurna dan terindah. Hanya saja untukmu, aku berusaha menjadi yang terbaik, sempurna dan terindah, untuk cintamu. Walau terselip juga doa untuknya, dia yang menyaingimu di hatiku. Yah, sekilas di hatiku saja, mungkin tidak untuknya.

Minggu, 30 Juni 2013

Mencintaimu

Andai yang kau cari itu aku. Andai yang kau butuhkan itu aku. Aku tak tau apakah detik ini rasamu tetap sama seperti dulu. Apakah cinta mu tetap menanti rasa ku yang belum berani menampakkan dirinya? Kau tau betapa aku mencintaimu. Bahkan aku benar-benar menyayangimu lebih dari sekedar menganggap kelebihanmu sebagai anugerah Tuhan dan kekuranganmu merupakan kelebihan yang mampu melengkapi ku. AKU MENCINTAIMU. Sekali lagi, malam ini, saat aku menulis sebuah postingan yang tak jelas dalam blog pribadi ku, aku tau betapa aku merindukan kehadiranmu, dulu.

Aku tak pernah kehabisan akal untuk terus mencari titik temu antara egomu dan egoku. Tapi entah mengapa, kau menyerah, sepertinya. Aku tak pernah menyerah dengan apa yang telah terjadi. Aku tau perasaan ku padamu tak pernah terganti oleh rasa apapun yang pernah ku hinggapi. Aku tau beberapa ketertarikan ku pada yang lain hanya buaian mimpi yang sekejap. Tapi kau, mampu membuatku bahkan bertahan di tengah rasa kegelisahan hatiku.

Sabtu, 29 Juni 2013

Setengah Cinta

Aku masih rindu padamu, aku masih sayang padamu, meski kini cintamu bukan aku... (Yovie and Nuno-Mengejar Mimpi)

Bukan aku yang selalu terbayang di hidupmu, ternyata. Bukan aku yang selalu menjagamu, ternyata. Bukan aku yang selalu menghampirimu, ternyata. Bukan aku yang selalu menjadi alasanmu tersenyum, ternyata. Bukan aku yang selalu mengisi setiap kekosongan hatimu, ternyata. Dan bukan pula aku, ternyata, yang selalu dicintaimu.

Setelah setiap kenangan menguap di hati dan pikiranmu, aku merasa apa itu cinta sesungguhnya. Setelah kau mulai berlari kearah yang bukan aku, aku baru merasa kau itu lebih dari indah. Bahkan setelah seseorang itu dipergunjingkan mereka mencintaimu pula, aku merasa betapa berharganya seorang Kau di hidupku.

Andai aku lebih perasa, andai aku lebih memerhatikan dan andai pula aku lebih memberikan mu perhatian lebih, apa mungkin 'perpisahan' itu terjadi? Aku tak tau harus apa, lebih dari setiap gerakmu ku ikuti, lebih dari apa yang kau tau tentang dirimu pun, aku tau. Aku mengenalmu sangat baik, aku mengenalmu bahkan lebih dari aku mengenal diriku sendiri.

Kamis, 18 April 2013

Separate Love

Hmm.. Betapa aku merindukan semuanya. SEMUANYA !!! Aku terlalu munafik untuk mengakui tiap dentum rasa yang mengalir, lebih mempercayai otakku yang tak mampu berbuat apa-apa, ketimbang hatiku yang terus menyuruhku agar jujur dengannya. Hah... Aku bodoh tentang semua ini. You know what? Aku lebih terpenjara ketika aku berkata bohong, tapi itu hal yang selalu aku lakukan. Betapa 'Bodoh' aku...

Aku hanya menunggu agar tiba-tiba datang sosok yang selalu aku harapkan. Ah.. Aku kehilangan sentuhanku.. Aku kehilangan jiwa dari kata-kata ku... Tidak.. Lebih parah lagi.. Aku kehilangan batin yang selama ini tegar menghadapi raga yang kelelahan menanti semua itu. CINTA. Jika dia memang hanya bisa menyakitimu, untuk apa kamu bertahan? Jika dia tak mampu membuatmu bebas berekspresi, mengungkapkan isi hatimu, bercerita lepas padanya, untuk apa kamu bertahan? Jika dia hanya bisa membuatmu melayang tanpa perbuatan pasti yang ditunjukkannya, untuk apa kamu bertahan? Jika dia tak mampu masuk dan ikut menikmati apa yang kamu sukai, untuk apa kamu bertahan? Jika dia tak mampu menjadi bagian dari hari-harimu, untuk apa kamu bertahan? Jika dia tak mampu menyadari betapa penting tanggal-tanggal besar bagimu, untuk apa kamu bertahan? Jika dia tak mampu menghargai orang-orang yang kamu anggap penting, untuk apa kamu bertahan? Jika sikap dia selalu dingin, tak berperikemanusiaan padamu, untuk apa kamu bertahan? Jika dia tak mampu mengeluarkan setiap pertanyaannya padamu dari tempurung kepalanya, untuk apa kamu bertahan?
Rabu, 20 Februari 2013

Mengingatmu itu LUKA

Berita pagi ini cukup mengenyangkanku.. Oh tidak, aku baru ingat! Setelah semalam aku mendengar kabar kembalinya kau ke tempat ini, aku tak habis-habisnya melantur. Melanturkan setiap kata yang indah, yang kelak akan jadi kenyataan terindah atau bahkan mimpi terburuk yang pernah aku gantungi.

Aku tau kini sulit, memilih sekian lama hal yang telah terlalui. Aku melangkah terlampau lebar, hingga akhirnya aku terbangun dalam dentuman kencang detak jantung yang bergebu. Aku memohon, jika kelak Tuhan berikan ku jalan terindah menuju cinta, aku harap itu kamu. KAMU.

Tolong, tolong perjelas kehadiranmu kali ini. Di ruangan ini. Ruang Hatiku. Aku tak banyak berharap, hanya saja terlalu banyak memohon, padahal kehendak hati tak pernah bisa tercapai.
Minggu, 06 Januari 2013

Pemulung Rindu

-SA's World-


Kala rindu menyala kembali
Sepi yang permainkan warna
Tentang indahnya kebersamaan
Tentang sedihnya perpisahan

Lembayung senja yang tak berpayung
Membiarkan hujan begitu saja membasahinya
Luka yang belum sempat kering
Luka yang kini berang
 Menidurkan tiap rasa yang tersentak

Jumat, 04 Januari 2013

Hingga Batas Fana dan Abadi

Bisakah aku meminta tolong padamu? Tolong kau pinjamkan ku lampu hatimu, agar ku bisa terus berjalan dalam terowongan sepi dalam pikiranku. Coba kau tebak? Apa aku selama ini? Sejak kau pergi, membiarkan luka itu menganga dalam penantiannya. Aku mencoba mengartikan tiap kata dari mulutmu. Tapi gagal. Aku bahkan tak mengerti sedikit pun apa yang kau maksud dengan 'Tidak Berharga'. Aku lebih memilih bungkam. Aku tak mau kau berkata lebih dari itu. Aku tak mau ada kalimat yang nantinya ku sesali.

Sayang sekali. Sayang sangat, Sayang. Apa yang ku pikirkan tentang mu terlalu berlebihan. Apa yang ku harapkan akan dirimu terlalu besar. Apa yang aku rasakan padamu terlalu dalam. Apa yang aku berikan padamu terlalu banyak. Hingga kini aku miskin. Miskin Rasa. Aku tak kenal sedikit pun tentang cinta yang kau ceritakan indah itu. Aku terlalu. AKU TERLALU. Aku terlalu menghidupkanmu di setiap aliran darahku, desahan nafasku bahkan membiarkanmu menuntun tiap langkahku.
Kamis, 03 Januari 2013

Marcell - Kini





Ku sadari semua jalanku tak berarah kepadamu
Mungkin salah diri ini memikirkanmu
Aku kini telah berdua
Dan tak seindah cinta yang lalu
Yang jalan dan jalin tanpa restu
Ku akhiri namun tak berakhir
Ku hindari hati tak ingin berpisah
Ku sadari semua jalanku tak berarah kepadamu
Mungkin salah diri ini memikirkanmu
Aku kini telah berdua
Dan tak seindah cinta yang lalu
Yang jalan dan jalin tanpa restu
Ku akhiri namun tak berakhir
Ku hindari hati tak ingin berpisah
Bila kau dengan yang lain
Sesungguhnya ku tak rela
Dan tak seindah cinta yang lalu
Yang jalan dan jalin tanpa restu
Ku akhiri namun tak berakhir
Ku hindari hati tak ingin berpisah
(dan tak seindah cinta yang lalu)
(yang jalan dan jalin tanpa restu)
Ku akhiri namun tak berakhir
Ku hindari hati tak ingin berpisah
(dan tak seindah cinta yang lalu)
Ku hindari hati tak ingin berpisah
Tak ingin terpisah...

Source: http://www.youtube.com/watch?v=p_CBQ6q9aa4
Minggu, 16 Desember 2012

Segenggam Rasa

*Semangat Sintya... Semangat..!* Ku ulangi beberapa kali perintah yang ku ajukan sendiri kepada diriku agar tetap bisa berjalan. Setelah bunga cinta itu menguncup kembali, setelah tersadar aku dari setiap deras air mata yang menghujani ku. Air mata... *Ya, Tuhan... Tak cukupkah Kau buat aku menangis tanpa henti hari ini?* Gumam hati ku yang tak habis-habisnya mempertanyakan keadilan Tuhan. Aku siap. *Hari ini aku siap!* Tunggu.... Aku belum siap. Aku mulai lagi membatin tanpa kalimat yang ku ucap dengan jelas. Apa aku siap? *Kau bodoh, Sintya! Kau bodoh. Apa yang kau harap dari cinta pertama mu itu?* Tak lama aku terdiam. Hujan datang kembali. Turuni bukit pipi kananku. Dengan jelas, tangisan lagi yang ku terima. Setelah tak ada lagi hal-hal yang menarik tentang dirinya setelah satu tahun mulai berlalu. Cinta itu entah kemana? Mungkin telah singgah di hati yang lain atau mungkin membusuk di dasar hati yang sengaja dibekukan? Aku tak tau. Hanya dia yang tau. *Ya, cuma kau yang tau, Syobri!* Tak apalah dengan rasa yang mengalir terus dari hatiku. Aku terlalu sering membiarkan matahari singgah disana. Membiarkannya tetap tersinari cahaya agar terus hidup. Itulah kebodohanku. Aku bodoh. Tak sadarkah aku jika satu tahun itu waktu yang cukup untuk membiarkan rasa itu mati perlahan?

Minggu, 09 Desember 2012

Memory

*Jangan liat aku, please!* aku bergerutu dalam hati, menyadarinya melemparkan pandangan ke arahku. Sesaat itu *brumm..brumm..* *mesin motor? yah, suara mesin motor* ternyata kau, kau yang dulu pernah peduli padaku.

Kejadian itu berawal dari kejadian 4 tahun silam. Saat kau dan aku baru saja menikmati masa peralihan SD ke SMP, masih sangat kecil, bukan? Saat itu, saat pertama kali kita saling kenal yang justru bukan dibumbui kisah romantis dan heroik seperti dongeng-dongeng anak kecil, melainkan kisah adu mulut seorang anak perempuan dan anak laki-laki yang memperebuti meja tempat duduk dikelas VII.9. *Ini tempatku! Dari awal MOS, aku yang duduk disini!* Teriakku saat melihat bangku yang sedari awal MOS menjadi kepemilikan ku ditempati anak laki-laki dan seorang temannya. *Hah? Siapa cepat, dia dapat!* Anak laki-laki itupun tak mau kalah ngotot denganku. *Kamu siapa? Dateng-dateng ngambil tempat orang!* *Sudahlah, Yo. Ngalah aja. Kita kan cowok, masa ribut sama anak cewek sih?* Akhirnya teman laki-lakinya yang sedari tadi hanya menonton keributan kami angkat bicara. *Ah, kamu Zi. Kamu kan seharusnya bela aku, bukan justru ngalah gitu!* Akhirnya perebutan itu pun aku menangkan. *Siapa dia? Lah, dari kemarin juga aku yang duduk disini.* Gerutuku dengan sepupuku yang juga teman sekelasku.

Minggu, 25 November 2012

Ruahan Hujan

Langit menjatuhkan tiap buliran yang ku tau namanya Hujan. Oh ya, seingatku tiap kali hujan berakhir akan datang pelangi namun tak lama. Sekedar menghiasi langit yang baru selesai menangisi sesuatu, entah tangis bahagia atau justru kesedihan mampir dihidupnya. Tapi itulah pelangi. Dia begitu indah namun, cintanya tak bertahan lama lalu pergi ketempat yang lain. Satu lagi yang identik dengan hujan. Sebelum kedatangannya yang menumpahkan butiran air ke tanah bumi, selalu saja ada awan hitam pekat yang menggelantung di wajahnya. Awan yang selalu menerpa langit untuk sekedar datang lalu membuatnya menangis.

Siapapun yang melihat awan hitam pekat itu pasti akan pergi menjauhinya. Aku pikir itu kesedihan. Siapapun dan apapun akan menjauhinya. Aku tak yakin alasan mereka menjauhi awan hitam itu. Tapi mungkin jika awan itu bisa memilih, pasti dia memilih jadi awan putih dilangit yang menandakan kebahagiaan untuk setiap orang. Awan hitam pekat itu terpilih sebahagi pembawa kesedihan untuk langit. Dia harus mengeluarkan gemuruhnya, petir yang disertai kilatan cahaya dan suara yang mengerikan. Awan itu harus tetap mejadi seperti itu.

Enjoy It