Copyright © SA's World
Design by Dzignine
Senin, 15 Oktober 2012

Jurnal 01 Wajahmu "Sesuatu"

Ini kali pertamaku membuat sebuah.. yah, mungkin diary elektronik. Hehehe... ^^
Inspirasinya dari salah satu novel yang sudah ku baca baru beberapa hari yang lalu...

Hari ini, hari pertama UTS yah di sekolah ku, padahal SMA lain yang ada di daerah sekitar kami sudah melaksanakannya seminggu yang lalu.
Setelah malam minggu kemarin saya sakit dan dibawa ke dokter keluarga, ternyata saya memiliki daftar kelam kesehatan lagi. Penyakit Vertigo. Yah, seperti yang sudah ku post tadi, Vertigo adalah gangguan saraf, yang berhubungan dengan keseimbangan. Penyebabnya sih, kata Bu dokternya kecapekan ditambah banyak pikiran. Memang belakang ini, aku terlalu banyak pikiran, banyak masalah, yah begitulah.

Balik lagi ke hari ini... Jadwal hari ini kami harus UTS siang hari... Ya ampun, siang? Damn.... Ngantuk beudsssss.. (ala-ala 4Lay gitu) hehhe... Jadwal pertama FISIKA... benar-benar menguras pikiran... Udah panas, kepala pecah pula mikirinnya, belajar sih iya, tapi masalahnya, soalnya gak masuk akal banget...... Kesimpulan: dari 8 soal cuma bisa ngisi 5 soal (berharap bener semua, AMIIIIIINNNN...)
Jam kedua. setelah istirahat sekitar 15 menit... BIOLOGI... pelajaran andalan ku sejak SMP.. benar sekali. Semua bisa terisi (walau ragu) setidaknya tidak lebih parah dari yang fisika tadi.
Jam ketiga, berhubung aku sudah selesai dgn biologi, aku yang pertama mengumpulkan lembaran ku... Ya Allah.... langsung TIK... AMAZING... soalnya WAW..... cukup bisa menyelesaikannya, hanya satu soal bersisa.. Alhamdulillah. Hari ini kesan pertama nya GAK BANGET...

Selesai UTS, seperti biasa, duduk-duduk dulu bareng temen-temen. Pas udah mau pulang, keluar pagar sekolah, gak sengaja noleh ke kanan, eh ada si "ehem". Waw, dia duduk ngarah ke luar pagar. Males sih liat dia, tapi aku juga sedikit rindu, apalagi dengan senyumnya itu, sejak kelas 10 memang aku mengagumi senyum kesabaran dan keikhlasannya. Tapi mengapa harus hari ini aku melihat wajahnya?
Saat ini kondisiku sangat labil. Pikiran mumet... Vertigo yang terus menekan. Dan akhirnya terpikir dirinya... Sudah dipertengahan perjalanan pulang, terbayang lagi wajahnya yang samar (karena aku melihatnya dari samping dengan jarak yang cukup jauh), tapi walau samar cukup membuat vertigo ku semakin parah. Alhasil, bawaan mau muntah ditambah pusing mampir juga.... Sedihhh... Aku mendambakan untuk sekedar melihat mu saja, tapi Wajahmu "Sesuatu". Semakin menekan rasa nyeri di dadaku. Aku bahagia dengan menahan rasa sakit disekujur tubuhku...

Damn... Damn... Damn...
What I'd do to have you Here...
(Avril Lavigne: Wish You Were Here)

Vertigo

Definisi

Vertigo dapat diartikan sebagai salah satu bentuk gangguan keseimbangan dalam telinga bagian dalam sehingga menyebabkan penderita merasa pusing dalam artian keadaan atau ruang di sekelilingnya menjadi serasa 'berputar' ataupun melayang. Vertigo menunjukkan ketidakseimbangan dalam tonus vestibular. Hal ini dapat terjadi akibat hilangnya masukan perifer yang disebabkan oleh kerusakan pada labirin dan saraf vestibular atau juga dapat disebabkan oleh kerusakan unilateral dari sel inti vestibular atau aktivitas vestibulocerebellar .

Kelainan ini terjadi karena gangguan keseimbangan baik sentral atau perifer, kelainan pada telinga sering menyebabkan vertigo. Untuk menentukan kelainan yang menyebabkan vertigo, dokter THT-KL biasanya akan melakukan pemeriksaan ENG (elektronistagmografi).

Gejala

Penderita merasa seolah-olah dirinya bergerak atau berputar; atau penderita merasakan seolah-olah benda di sekitarnya bergerak atau berputar.

Diagnosa

Vertigo patogologis bisa bermacam-macam jenis. Ada yang sementara atau persisten, fungsional atau struktural penurunan nilai vestibular atau nilai visual, atau sistem proprioseptif sistem atau dari pusat integratif mealui suatu mekanisme juga menyebabkan "ketidakcocokan". Dengan kata lain banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum menentukan diagnosis vertigo.Evaluasi vertigo memiliki dua tujuan mendasar yakni: menentukan lokalisasi sumber asalnya dan menentukan etiologinya/penyebabnya.

Jenis

Vertigo terbagi menjadi beberapa jenis namun secara umum berdasarkan keterlibatan vestibulum, Vertigo terbagi menjadi 2 jenis yakni:

Vertigo vestibuler

Memiliki karakteristik: lesi di bagian perifer dari apparatus vestibuler seperti: organ vestibuler atau saraf vestibulokoklear. Pasien merasa lingkungan sekitarnya berputar (oscillopsia),rasanya naik turun seperti berada di atas kapal. Vertigo vestibuler seringkali diikuti dengan gejala otonom seperti nausea dan muntah serta nistagmus. Lesi vestibuler juga ada yang di bagian sentral contohnya lesi pada nukleus vestibuler di batang otak. Lesi sentral vestibuler juga bisa menyebabkan vertigo direk, akan tetapi secara umum lebih ringan dibandingkan lesi perifer. Gejala otonom juga cenderung lebih minim atau bahkan tidak ada.  

Vertigo nonvestibuler 
Vertigo nonvestibuler seringkli sulit dideskripsikan secara jelas oleh pasien. Pasien biasanya mengeluhkan rasa pusing, kekosongan di kepala, dan gelap pada mata. Kondisi oscillopsia dan gejala otonom tidak pernah ditemukan. Lesi pada bagian saraf pusat dapat menyebabkan nistagmus patologis Vertigo nonvestibuler bisa disebabkan lesi pada bagian nonvestibuler dari sistem regulator keseimbangan atau bisa juga disebabkan kesalahan proses informasi di sistem saraf pusat(misal karena lesi cerebelar). Hipotensi ortostatik dan stenosis aorta dapat menjadi penyebab vertigo nonvestibuler.

Pengobatan

Pengobatan tergantung kepada penyebabnya.Obat untuk mengurangi vertigo yang ringan adalah meklizin, dimenhidrinat, perfenazin dan skopolamin. Skopolamin terutama berfungsi untuk mencegah motion sickness, yang terdapat dalam bentuk plester kulit dengan lama kerja selama beberapa hari. Semua obat di atas bisa menyebabkan kantuk, terutama pada usia lanjut. Skopolamin dalam bentuk plester menimbulkan efek kantuk yang paling sedikit.


Source: http://id.wikipedia.org/wiki/Vertigo
pict: sumedangherbal.com
Jumat, 12 Oktober 2012

When The Sun


Kau tak tahu
Bagaimana aku saat ini
Tapak kakiku mulai retak
Senyumku kehilangan jiwanya
Aku bagai diri yang tak bernyawa
Entah kata apa yang bisa ku lukiskan
Agar kau percaya
Agar kau beri ku jawaban
Atas segala ini, kegelisahan ini
Aku tahu tak akan ku dapat
Jawaban yang aku tunggu
Tapi aku ingin kau tetap
Tetap disampingku...
Sudah perih ku tahan ini
Hingga akhirnya tak akan ku tahu
Akhir cerita ini

Sintya Atika Putri

Enjoy It